Menurut Kiai Asep, puluhan ribu bingkisan itu sebagian dibagikan langsung kepada warga masyarakat. Artinya, mereka diundang dalam acara buka bersama sekaligus istighatsah di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto.
Seusai buka puasa dan shalat jemaah maghrib mereka diberi satu persatu bingkisan yang terdiri dari beras, sarung dan uang.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
Tapi ada juga yang dibagikan lewat perwakilan kelompok masyarakat, termasuk lewat lurah atau kepala desa dan relawan Gus Barra, putra Kiai Asep yang kini jadi bupati Mojokerto.
“Sebanyak 24.000 bingkisan dibagikan lewat Korcam, Kordes Baret dan sub Baret. Sisanya dibagikan lewat pengurus partai,” tutur Kiai Asep yang popular sebagai kiai miliarder tapi dermawan.










