Ilustrasi. Foto: Freepik
BANGSAONLINE.com - Pewarta Foto Indonesia Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen Semarang mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
Peristiwa itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meninjau arus balik di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4/2025) petang.
BACA JUGA:
- Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur
- Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno Jelang Hari Bhayangkara ke-80
- DPR Terkesan Cuma Stempel, UU Polri Disahkan: Jenderal Sigit Bisa Jabat Kapolri Sampai 2029
- Presiden Prabowo Janjikan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI, ini Alasannya
Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar.
Namun, salah satu ajudan tersebut kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar.
Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto, Makna Zaezar, menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron.
Sesampainya di sana, ajudan tersebut menghampiri kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna.
Usai pemukulan, ajudan tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, "kalian pers, saya tempeleng satu-satu."
Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik.
Tindakan tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




