Skenario Soft Landing Jika Kapolri Dicopot Prabowo, Ternyata Bakal Punya Jabatan di Sini

Ringkasan Berita
  • Jurnalis senior Hersubeno Arief menyoroti skenario yang masuk akal jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot, yaitu berupa 'soft landing' melalui penempatan di kabinet.
  • Skenario tersebut meniru pola transisi mantan Kapolri Tito Karnavian yang kemudian diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
  • Posisi Mendagri dinilai sangat penting karena membawahi aparatur sipil negara dan menjadi bagian dari triumvirat bersama Menhan dan Menlu.
  • Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi telah membantah beredarnya Surpres pergantian Kapolri, menyatakan dokumen tersebut tidak benar hingga saat ini.
  • Pembahasan ini mengindikasikan adanya wacana politik tentang kemungkinan rotasi jabatan Kapolri ke posisi sipil, meski secara resmi belum ada surat penggantian.

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan skenario yang dinilainya masuk akal apabila Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diberhentikan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hersubeno, Listyo Sigit berpeluang masuk Kabinet Merah Putih, seperti yang pernah terjadi pada mantan Kapolri Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Kalau saya membacanya, ini skenario yang paling masuk akal itu adalah ya ada kompromi politik yang lebih elegan. Jadi, kalau toh Listyo Sigit itu kemudian dicopot, tapi dia itu bukan karena dihukum, itu lebih pada soft landing," ujarnya dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Hersubeno menilai pola tersebut menyerupai transisi ketika Jenderal Tito Karnavian diganti dari posisi Kapolri dan kemudian ditempatkan dalam pemerintahan sipil sebagai Mendagri.

"Ini juga jabatan yang sangat penting karena membawahi aparatur sipil negara seluruh Indonesia. Dan jangan lupa, dalam konsep negara kita, Menteri Dalam Negeri ini adalah triumvirat bersama Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri manakala Presiden dan Wakil Presiden berhalangan tetap," jelas Hersu.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Surat Presiden (Surpres) mengenai pergantian Kapolri Listyo Sigit yang beredar di publik tidak benar.

"Menanggapi yang beredar di publik berkenaan dengan masalah Surpres pergantian Kapolri, dapat kami sampaikan bahwa sampai hari ini tidak ada atau belum ada Surpres pergantian Kapolri," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8/2026).