Halalbihalal di Khadijah, Gubernur Khofifah Bersyukur Banyak Murid Diterima PTN Tanpa Tes

Halalbihalal di Khadijah, Gubernur Khofifah Bersyukur Banyak Murid Diterima PTN Tanpa Tes Gubernur Khofifah saat memberi sambutan di halalbihalal Keluarga Besar Yayasan Taman Pendidikan Khadijah 1446 H.

“Tidak mudah untuk bisa membawa mandat yang dimiliki oleh NU. Oleh karena itu, semuanya saya mohon sambil berproses mengisi kekosongan pimpinan Yayasan untuk tetap meningkatkan pengabdian, layanan dan proses pendidikan maupun sosial,” ucapnya.

Ia lantas menyebut, saat ini terjadi kekosongan Ketua Yayasan sepeninggal wafatnya Prof. Dr. Ridwan Nashir. Dikatakan olehnya, yayasan harus segera menyiapkan tim untuk bisa mendapatkan pimpinan yayasan yang baru.

“Jangan pernah ada yang kendur. Jangan ada yang kurang intensitas pengabdiannya. Luruskan dan kuatkan kembali. Satukan kembali niat kita. Oleh karena itu, harapan untuk bersama sama kembali bersama HAdratusy Syech KHM. Hasyim Asyari,” sambungnya.

Di akhir, Gubernur juga berkesempatan membagikan puluhan buku 'Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia' karya KH. Abdul Hakim Mahfudz kepada para murid di lingkungan sekolah SMP-SMA Surabaya. Ia turut melaksanakan bersalam-salaman bersama para pemimpin yayasan, kepala sekolah, guru dan karyawan.

Sementara itu, Pembina Yayasan Surabaya Masruroh Wachid menyampaikan Halal Bihalal ini adalah tradisi di Indonesia saat Idul Fitri dan tidak ada di negara muslim lainnya.

“Di Indonesia ada budaya adi luhung yang tidak dimiliki negara lain yakni Halal Bihalal yang dipedomani dari Surat Al Imran ayat 133-134. Insyaallah adat riyayan akan sempurna karena kita saling memaafkan satu sama lain,” ujar Masruroh.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian Pemprov Jatim pada Yayasan selama ini.

“Sekolah mulai beroperasi tahun 1961 didirikan oleh KH. Abdul Wahab Turcham, KH. Ridwan Abdullah, KH. Abdul Fatah Yasin, dan KH. Abdul Aziz Diyar. Kala itu SMA diperuntukkan khusus bagi pendidikan kaum putri,” tuturnya.

“Dan alhamdulillah tanggal 15 Juni 2007, SMA Surabaya resmi ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SMA BI), maka kami berterima kasih kepada Pemprov Jatim dan seluruh pengurus Yayasan yang peduli terhadap kami. Semoga Allah berikan balasan terbaik,” harapnya. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO