Tim Inspektorat Tuban saat memeriksa langsung lokasi kandang sapi bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Kecamatan Widang.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Inspektorat Daerah Tuban melakukan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lokasi tiga desa di Kecamatan Widang yang menerima bantuan ratusan ekor sapi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tahun 2016-2019 lalu.
Ketiga desa tersebut, Ngadipuro, Ngadirejo, dan Patihan. Masing-masing menerima 60 ekor sapi. Bantuan hewan ternak tersebut disalurkan melalui BUMDesma sistem kandang komunal dengan total 180 ekor.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
Irban V Inspektorat Daerah Tuban, Drs. Bambang Suhaji, mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan adanya aduan serta informasi masyarakat terkait isu bantuan sapi yang hilang di tiga desa itu.
"Kita menerima info dan aduan terkait isu itu (sapi hilang, Red) dan langsung kita tindaklanjuti," katanya.
Usai adanya informasi itu, pihaknya langsung memanggil ketua BUMDesma dan ketua kelompok pemelihara sapi di 3 desa tersebut untuk dimintai keterangan.
"Yang kita panggil ketua BUMDesma, ketua kelompok pemelihara sapi di 3 desa," tegas Bambang.
Selanjutnya, ia bersama tim juga datang langsung ke lokasi kandang sapi tempat bantuan dari pemerintah pusat itu.
Hasil pemeriksaan dan tinjauan langsung di lapangan, bahwa memang terdapat sapi yang dijual, tapi tidak semuanya.
Terkait hal itu, Bambang menjabarkan jika sapi bantuan yang dijual itu karena ada suatu alasan. Di antaranya karena penerima bantuan merasa sudah tidak sanggup merawat sapi. Hal itu diperparah dengan wabah PMK.
Sehingga, agar sapi tidak mati sia-sia, maka berdasarkan kesepakatan bersama, sapi tersebut dijual.
"Semua kelompok tidak ada yang untung, semua rugi kalau berdasarkan modal awal. Tapi ruginya kenapa, masih proses pemeriksaan," beber Bambang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




