"Alhamdulillah, setelah dicek, memang hanya ada satu ulat kecil dan kondisinya sudah mati. Segera ditarik dan dilakukan penggantian makanan. Jadi tidak sampai menimbulkan dampak apa pun," ujar Hasan Bisri.
Hasan menegaskan, pihak penyedia makanan SPPG Mrutuk sudah menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen meningkatkan ketelitian. Mulai dari proses pencucian bahan, pengolahan, hingga pengecekan akhir sebelum makanan masuk ke dalam ompreng akan lebih diperhatikan.
"Pihak SPPG, termasuk ahli gizi, sudah berjanji agar kejadian ini tidak terulang. Besok dan seterusnya mereka akan lebih teliti. Hal ini menjadi pembelajaran bersama agar layanan pangan bergizi untuk anak-anak tetap terjaga kualitasnya," tambahnya.
Sebagai program pemerintah yang menjangkau ribuan anak, makanan yang diproduksi SPPG dinilai sangat penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda. Di Kecamatan Widang sendiri, satu unit SPPG bisa melayani hampir 3.000 penerima manfaat dengan radius hingga 6 kilometer.










