โSaat ini, Jamโiyah Nahdlatul Ulama sedang menghadapi situasi sulit dan berbagai persoalan, sehingga roda organisasi tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Anda (Rais โAam-Red) tentu lebih memahami dan berpengalaman tanpa perlu saya jelaskan panjang lebar,โ demikian salah satu penggalan paragrap surat terbuka Gus Nadir yang disampaikan dalam Bahasa Arab.
โAndaโsebagai pemegang amanah tertinggiโtelah dipilih oleh Jamโiyah dalam Muktamar Lampung tahun 2021 untuk berada di pucuk pimpinan bahtera besar ini, mengarahkan dan memperbaikinya,โ lanjut surat Gus Nadir yang dalam konflik JATMAN (PBNU) vs JATMA (Habib Luthfi) disebut-sebut berada di pihak Habib Luthfi bin Yahya.
Namun, tegas Gus Nadir, hubungan antara Anda dengan Sekretaris Jenderal, serta dengan Ketua Tanfidziyah, tidak berjalan baik. Bahkan, dikabarkan bahwa Anda berulang kali enggan bertemu Ketua Tanfidziyah. Demikian pula hubungan Ketua Tanfidziyah dengan Sekretaris Jenderalnya dipenuhi perselisihan hingga menyebabkan mandeknya banyak pekerjaan dan keputusan organisasi.
Karena itu Gus Nadir mengusulkan agar Kiai Miftah selaku Rais โAam bertindak tegas. Ia minta Gus Yahya dicopot. Gus Nadir minta Kiai Miftah menunjuk Prof Dr Muhammad Nuh sebagai petugas pelaksana Ketua Umum PBNU sampai Muktamar NU berikutnya, yaitu tahun 2027.










