Mensos ketika menjenguk korban musibah Ponpes Al Khoziny di RSUD RT Notopuro. Foto: Ist
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa seluruh korban musibah ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, akan ditangani dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah.
Penegasan tersebut disampaikan saat Mensos menjenguk salah satu korban yang berhasil dievakuasi dan kini dirawat di RSUD RT Notopuro, Rabu (1/10/2025) malam. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Bupati Sidoarjo Subandi.
BACA JUGA:
- Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
- Orasi Ilmiah di UIN Surabaya, Mensos Gus Ipul Ulas Fondasi Indonesia Emas 2045
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Tips Agar Pencairan PKH Berjalan Lancar Tanpa Kendala
Mensos menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah. Korban yang dirawat di rumah sakit swasta akan dibiayai oleh Pemprov Jatim, sementara yang dirawat di RSUD RT Notopuro menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan uang tunai kepada para korban.
"Bantuan pemerintah akan diberikan kepada santri yang luka berat, sedang maupun ringan, termasuk yang wafat. Yang wafat diberi bantuan untuk ahli waris sebesar Rp. 15 juta. Sementara yang luka minimal diberikan bantuan Rp. 5 juta rupiah, itupun sangat mungkin ditambah," kata Mensos.
Proses pencarian korban reruntuhan musala terus berlangsung dan telah memasuki hari ketiga sejak kejadian. Pada Rabu sore, tim gabungan berhasil mengevakuasi enam santri dari bawah timbunan beton, meski satu di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Total korban yang berhasil dievakuasi hingga Rabu mencapai 108 orang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




