Kiai Asep tampak senang karena Pesantren Kampung NU itu telah dialiri listrik. “Ini sudah 70 persen modal kita,” katanya.

BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan rombongan serta pengurus NU dan Pergunu sarapan pagi seadanya di halaman Pondok Pesantren Kampung NU Amanatul Ummah Humbang Raya Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (14/10/2025). Foto: M. Mas'ud Adnan/bangsaonline.
Sebelumnya pesantren kampung NU memakai penerangan genset dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sehingga tak bisa bertahan lama. Bahkan jam 22.00 sudah redup.










