Ia juga menekankan pentingnya adaptasi santri terhadap perkembangan zaman, terutama dalam hal teknologi dan kemandirian. Namun, Ulfiyah mengingatkan agar santri tetap menjaga jati diri.
āNamun yang paling penting, jangan pernah meninggalkan akhlak dan adab, karena itu jati diri santri sejati,ā tuturnya.
Apel bertema 'Jihad Santri Jayakan Negeri' ini turut diwarnai pembacaan Ikrar Santri dan dihadiri oleh tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta jajaran Forkopimda Situbondo.
Tradisi Nasi Tabheg, Simbol Solidaritas Santri
Usai apel, peringatan HSN 2025 dilanjutkan dengan tradisi makan nasi tabheg bersama di sepanjang Jalan KHR Asāad Syamsul Arifin. Ribuan santri duduk bersila menikmati hidangan khas pesantren berupa nasi yang digulung dengan daun pisang.










