Dihadiri Berbagai Elemen Masyarakat, PCNU Sumenep Gelar Rembuk Nahdliyin Bahas Isu Keumatan

“Adalah bahwa, Rembuk Nahdliyin ini adalah sebagai sarana untuk menampung aspirasi warga terhadap isu-isu keagamaan, sosial, pendidikan, dan lain-lain, dan diharapkan menjadi keberkahan,” kata Wasid kepada awak media.

Selain diskusi langsung, panitia juga menyebarkan kuesioner agar partisipasi warga NU lebih luas dan representatif. 

Menurutnya, hal itu dilakukan agar hasil rembuk benar-benar mencerminkan suara warga NU di berbagai wilayah.

Ia menilai, aspirasi yang muncul bisa belum mewakili semuanya jika hanya mengandalkan forum terbatas.

Dari hasil kuesioner awal yang melibatkan 229 responden dari berbagai kecamatan, muncul beragam isu strategis. 

Responden terbanyak berasal dari wilayah Kota Sumenep, disusul Kecamatan Batang-Batang, Gapura, Lenteng, dan Pragaan.

Data menunjukkan, persoalan ekonomi dan kesejahteraan menjadi prioritas utama dalam rekomendasi NU ke depan. Sebanyak 37 persen responden menilai isu tersebut sebagai yang paling mendesak.

Bidang pendidikan dan pesantren berada di urutan kedua dengan 14 persen, disusul kesehatan dan sosial (11 persen), digitalisasi dan media sosial (10 persen), serta lingkungan dan kelautan (8 persen). Adapun bidang budaya, keagamaan, dan politik lokal masing-masing memperoleh sekitar 7 persen.

Ketua LPTNU Sumenep, Dr Ahmad Shiddiq, yang juga bertindak sebagai fasilitator, menekankan pentingnya forum semacam ini untuk memastikan arah gerak NU benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Rembuk ini menjadi momentum penting untuk memanggil seluruh elemen Nahdliyin berembuk. Ia berharap bagaimana kemaslahatan NU benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Kegiatan Rembuk Nahdliyin Sumenep diharapkan menjadi model gerakan solutif bagi PCNU, MWCNU, dan PRNU dalam menyusun arah kebijakan organisasi yang berbasis pada kebutuhan nyata warga di lapangan. (aln/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: