Ia menyebut, momentum Harlah ke-58 menjadi saat yang tepat untuk meneguhkan peran perempuan dalam gerakan sosial, intelektual, dan kebangsaan.
“Saya bangga kegiatan ini digelar di bumi Majapahit, tanah yang dulu melahirkan perempuan hebat seperti Gayatri, Tribhuwana Tunggadewi, dan Ratu Suhita,” katanya.
Menurutnya, Indonesia akan menjadi bangsa hebat jika perempuannya berdaya, berilmu, dan memiliki ruang untuk memimpin.
“Contoh nyata ada pada Ibu Gubernur Khofifah yang mampu memimpin Jawa Timur dengan visi Gerbang Baru Nusantara,” tutur Barra.










