SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus pendiri Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (Alarm), Ach Toifur Ali Wafa, menyampaikan kekhawatirannya terhadap masa depan ekonomi Madura dalam lima tahun mendatang.
Kekhawatiran tersebut disampaikan langsung kepada anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia Istifhama.
Menurut Toifur, sapaan akrabnya, kebijakan pembekuan sejumlah perusahaan rokok (PR) di empat kabupaten di Pulau MaduraāBangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenepāserta pembatasan pita cukai oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas perintah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dinilai berdampak serius terhadap perekonomian daerah.
Ia menilai kebijakan tersebut secara perlahan dapat mematikan denyut ekonomi Madura yang selama ini bergantung pada sektor tembakau dan industri rokok lokal.










