Petugas saat memeriksa beberapa wanita yang diduga sebagai PSK di Eks Terminal Seloaji. Foto: Ist.
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Eks Terminal Seloaji, yang berada di Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Ponorogo, disalahgunakan menjadi lokasi prostitusi.
Hal ini terungkap, setelah petugas gabungan menggelar razia di lokasi tersebut dan menemukan belasan pekerja seks komersial (PSK).
BACA JUGA:
- Petasan dari Balon Udara Meledak di SMAN 1 Badegan Ponorogo, Dua Ruang Kelas Rusak
- Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Masjid Badegan Ponorogo
- Terekam CCTV Motor Pelajar Tabrak Truk Pengangkut Sapi Kurban di Ponorogo
- Mancing Lalu Mandi di Sungai, Bocah 10 Tahun di Ponorogo Tewas Tenggelam
"Awalnya tempat itu kami izinkan untuk parkir dan cuci kendaraan, tapi ternyata diselewengkan jadi warung kopi remang-remang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo, Wahyudi, Jumat (7/11/2025).
Ia menyebutkan, izin sewa lahan di eks terminal Seloaji sudah diberikan kepada pihak ketiga sejak beberapa tahun. Namun tanpa sepengetahuan Pemkab Ponorogo, area itu berkembang menjadi warung kopi yang beroperasi hingga larut malam. Bahkan, menyediakan kamar penginapan.
"Kami langsung memanggil penyewa untuk klarifikasi. Sesuai izin, kegiatan hanya boleh dari pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB. Di luar itu tidak ada aktivitas lain," tegasnya.
Pihak Dishub pun memberikan tenggat waktu hingga akhir pekan, agar seluruh kegiatan di luar izin segera dihentikan. Apabila peringatan tersebut diabaikan, izin sewa akan dicabut secara permanen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




