Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (tengah), saat pelepasan burung dari dalam rangka memperingati HCPSN 2025.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025 dengan menggelar giat penanaman tanaman endemik dan pelepasan burung dara di Kawasan Gadjah Mada, Jumat (14/11/2025).
Acara itu dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Dalam sambutannya, Yuhronur mengajak agar momentum HCPSN ini dijadikan ajang untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna.
BACA JUGA:
- Perdana Digelar, Lamongan Carnival Fashion Fest Pacu Kreativitas Anak Muda dan Ekonomi Daerah
- KPK Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
- Indeks Kesalehan Sosial Lamongan Tembus di Angka 89,88
- Kado Hari Jadi ke-457 Lamongan, RSUD Ngimbang Resmikan 3 Unit Layanan Baru
Ia mengatakan, ada sejumlah tanaman endemik asli Kabupaten Lamongan di antaranya tanaman keben (Barringtonia asiatica), kecaci (Celosia argentea), dan kedondong (Spondias dulcis).
Adapun fauna endemik asli Kabupaten Lamongan, yakni burung puter pelung (Streptopelia risoria).
"Peringatan HCPSN kita jadikan momentum untuk melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna. Lamongan memiliki flora endemik dan fauna endemik, mari terus dilestarikan," tutur Bupati Yuhronur Efendi.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, Andhy Kurniawan, menjelaskan pada implementasi rutin dan berkelanjutan dalam melestarikan keanekaragaman hayati, baik dari flora maupun fauna, Pemerintah Kabupaten Lamongan memiliki program prioritas "Lamongan Hijau".
Progam demikian digagas untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Lamongan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lamongan. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




