Tim Askara ITS saat merancang bangunan pada ajang Kompetisi Bangunan dan Gedung Indonesia (KBGI) 2025 kategori Baja. (Ist)
Dipaparkan Tatas, bangunan yang dirancang tim Askara juga terintegrasi dengan ekonomi hijau melalui pendekatan Internet of Things (IoT). Tim ini pun sukses meraih penghargaan di dua kategori sekaligus, yakni menjadi pemenang pada kategori Kreativitas Rancang Bangun dan kategori Metode Pelaksanaan.
Yang terakhir, dari tim Trikarsa yang berhasil mendapat juara Harapan I di ajang KJI. Jembatan karya tim Trikarsa memiliki inovasi struktural berupa lubang pada pelat gelagar dan ikatan angin yang mampu mengurangi berat sampai 20 persen tanpa mengganggu kinerja.
“Inovasi juga dilakukan dengan penggunaan pelat gusset berbentuk fillet yang menurunkan berat sambungan sekitar 20 persen,” ungkapnya.
Tatas berharap dari inovasi dan hasil yang dicapai tim-tim ini dapat dilanjutkan untuk penelitian yang lebih intensif. Ia juga berharap inovasi ini dapat diaplikasikan di dunia industri konstruksi dan membantu kemajuan bidang teknik sipil.
“Kami berharap ajang ini bukan hanya sebagai sarana meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan inovasi bersama,” pungkasnya penuh harap. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




