KH Imam Jazuli. Foto: istimewa
CIREBON, BANGSAONLINE.com – KH Imam Jazuli, salah satu tokoh Presidium Percepatan Muktamar dan Muktamar Luar Biasa NU, menegaskan bahwa islah tak boleh menganulir keputusan Rais Aam Syuriah PBNU.
"Salah satu pihak harus saling legowo," tegas pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon Jawa Barat itu dalama rilis yang diterima BANGSAONLINE, Selasa (2/12/2025).
BACA JUGA:
Menurut dia, penyelesaian krisis kepengurusan PBNU dan penyelenggaraan jam’iyyah, secara umum masih terhenti di keputusan rapat harian Syuriyah PBNU, 20 November 2025, yang dituangkan dalam Risalah Rapat. Ia mendesak agar masalah tersebut diperhatikan, diikuti dan dijalankan.
“Keputusan itu telah disosialisasikan agar dipahami, baik latar belakang, proses dan substansinya serta telah mendapat persetujuan dari 36 pimpinan PWNU se-Indonesia,” katanya.
Menurut dia, substansi keputusan tersebut menegaskan pencopotan fungsionaris KH Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum PBNU.
“Sehingga tidak lagi memiliki hak, wewenang, penggunaan atribut, fasilitas, dan lain-lain yang melekat pada jabatan Ketua Umum PBNU, sejak 26 November 2025, pukul 00:45 WIB,” tutur alumnus Pondok Pesantren Lirboyo dan Universitas Al Azhar Mesir itu.
Pada 29 November 2025, tegas Kiai Imam Jazuli, setelah melakukan silaturrohim dan sosialisasi dengan Syuriyah PWNU se-Indonesia, di Surabaya, Raim Aam KH Miftahul Akhyar –melalui keterangan pers- menegaskan kembali keabsahan dan kebenaran substansi keputusan rapat harian Syuriyah PBNU.
“Dan, untuk memastikan roda jam’iyyah berjalan normal, segera dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar, disertai pembentukan tim pencari fakta terhadap adanya fakta-fakta upaya pembusukan keputusan dan institusi Syuriyah PBNU paska diterbitkan keputusan rapat, 20 November 2025,” ungkap Kiai Imjas – panggilan kiai yang selalu pakai kaos oblong putih itu.
Ia menegaskan bahwa bonflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mencapai titik krusial dengan adanya seruan moral untuk islah dari Forum Sesepuh NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 30 November 2025.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




