OMC atau operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BPBD Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG Juanda untuk awal tahun ini disikapi BPBD Jatim dengan memperpanjang OMC atau Operasi Modifikasi Cuaca. Kegiatan ini direncanakan berlangsung hingga akhir Januari 2026.
Keputusan tersebut diambil atas arahan Gubernur Khofifah setelah melihat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlanjut hingga awal tahun. Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyebut berdasarkan rilis BMKG Juanda, musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem akan berlangsung hingga Januari dan Februari.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
“Atas arahan Ibu Gubernur, kami juga melanjutkan langkah strategis penanganan cuaca ekstrem berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari nanti,” ucapnya pada Senin (5/1/2026).
Diperkirakan curah hujan di Januari mencapai 58 persen dan Februari sekitar 22 persen. Karena itu, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota serta sejumlah OPD melakukan berbagai upaya mitigasi, mulai dari normalisasi sungai, bersih-bersih, menyiagakan personel dan peralatan, hingga pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat.
Sejak dimulai 1 Januari 2026, OMC telah dilaksanakan sebanyak 7 sorti dengan sasaran wilayah selatan Jatim, selatan Pulau Madura, dan beberapa titik di barat Jatim. Sementara sepanjang Desember 2025, OMC tercatat mencapai 50 sorti di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga memaparkan laporan bencana sepanjang 2025 di Jatim yang mencapai 531 kejadian.
Mayoritas berupa bencana hidrometeorologi, seperti banjir (149 kejadian), angin kencang (147 kejadian), dan tanah longsor (21 kejadian). Umumnya, bencana tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi merata di Jawa Timur. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




