BANGSAONLINE.com - PLN mencatat pemulihan akses kelistrikan di daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh hampir sepenuhnya rampung. Hingga kini, sebanyak 6.432 desa atau 98,9 persen wilayah telah kembali mendapatkan aliran listrik.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa upaya pemulihan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menekankan agar pemulihan kelistrikan pascabencana mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan keselamatan masyarakat.
BACA JUGA:
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Kabar Baik! Ada Promo PLN Diskon Tambah Daya hingga 50 Persen Sampai Juni, Caranya Gampang
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
- PLN UP3 Madura Edukasi Motor Listrik ke Masyarakat
Dengan arahan tersebut, PLN menargetkan seluruh desa terdampak bencana segera kembali terang. Sejumlah pihak terkait juga terus berkolaborasi mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Aceh.
"Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hingga saat ini hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala," kata Darmawan.
Kendati demikian, masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara optimal. Desa-desa tersebut berada di delapan kabupaten/kota, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Darmawan menjelaskan, belum optimalnya aliran listrik di wilayah tersebut disebabkan kondisi geografis pascabencana yang sulit ditembus tim pemulihan.
"Tantangan geografis paling berat, akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor. Namun, kami tidak menunggu, kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh," pungkasnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




