Pintu Air Kuro
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Penanganan banjir di kawasan Bengawan Jero mulai menunjukkan perkembangan positif setelah Pintu Air Kuro dibuka sejak Minggu (25/1/2026) pagi.
Pembukaan pintu air tersebut berdampak langsung pada penurunan tinggi muka air di wilayah pembuangan Blawi.
BACA JUGA:
- Jasa Bakar Kepala Kurban di Lamongan Diserbu Warga, Empat Tungku Tak Cukup
- Penyembelihan Sapi Kurban 1,1 Ton Presiden Prabowo di Mantup Lamongan Jadi Tontonan
- Libur Iduladha 2026, Penumpang Kereta di Stasiun Lamongan Diproyeksi Tembus 4.371 Orang
- Sapi Kurban Jumbo Ngamuk di Lamongan Kota, Warga dan Pengendara Panik
Sejumlah kecamatan yang selama ini terdampak banjir, seperti Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, dan Deket, diharapkan segera mengalami penyusutan genangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Mohammad Nalikan menyampaikan bahwa kondisi teknis saat ini memungkinkan Pintu Air Kuro dioperasikan secara optimal untuk pembuangan air.
"Alhamdulillah pagi ini Pintu Air Kuro sudah bisa dibuka untuk pembuangan. Terlihat kecepatan penurunan genangan di Bengawan Jero. Kemarin di angka 76, pagi ini turun menjadi 72 atau berkurang sekitar 4 sentimeter," ujar Nalikan, Minggu (25/1/2026).
Ia berharap tren penurunan tinggi muka air tersebut dapat terus berlanjut sehingga genangan banjir di wilayah Bengawan Jero segera tertangani.
"Semoga bisa terus dibuka agar debit air di permukiman dan lahan pertanian warga kembali normal," tambahnya.
Sementara itu, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap operasional Pintu Air Kuro yang berada di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah.
Penurunan elevasi air sekitar 4 sentimeter tersebut dinilai cukup signifikan untuk mempercepat surutnya banjir, dengan catatan tidak terjadi hujan deras dalam beberapa waktu ke depan. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




