LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Sejumlah pedagang daging sapi di Kabupaten Lamongan menghentikan sementara aktivitas berjualan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga daging sapi yang terus terjadi dan dinilai semakin membebani pedagang maupun konsumen.
Dampaknya, suasana di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Lamongan, seperti Pasar Sidoharjo, Pasar Ikan Lamongan, dan Pasar Made, tampak berbeda dari biasanya. Kios-kios pedagang daging sapi tutup tanpa aktivitas jual beli.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Sidoharjo, Bagus Budi Raharjo, mengatakan keputusan meliburkan aktivitas jual beli diambil setelah para pedagang menerima informasi adanya kenaikan harga dari pedagang sapi hidup dan rumah pemotongan.
"Kami mendapat informasi dari pedagang sapi hidup dan sapi potongan bahwa akan ada kenaikan harga lagi. Ini merupakan kenaikan yang kelima sepanjang tahun 2026," ujarnya, Selasa (21/7/2026).










