Kemenhaj Prioritaskan Beras Lokal untuk Konsumsi Jamaah Haji

Kemenhaj Prioritaskan Beras Lokal untuk Konsumsi Jamaah Haji Rapat koordinasi Kemenhaj bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian di Jakarta.

Rapat juga membahas regulasi ekspor, mekanisme perizinan, serta tantangan daya saing harga beras Indonesia di pasar Arab Saudi. Saat ini, harga beras premium dari sejumlah negara pesaing masih lebih rendah dibandingkan beras Indonesia, sehingga diperlukan dukungan kebijakan agar produk nasional dapat bersaing.

Jaenal menyatakan, kondisi swasembada beras saat ini merupakan momentum emas.

“Selama ini tantangan utama penggunaan beras lokal adalah faktor harga. Namun, dengan penguatan ekosistem ekonomi haji, pemerintah optimistis produk nasional dapat memiliki daya saing yang kuat,” ucapnya.

Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno, menilai langkah ini sebagai bagian dari membangun legacy baru.

"Melalui sinergi ini, kami menjembatani agar perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di tanah air," katanya.

Dengan perencanaan sejak dini, Ditjen PE2HU optimistis pada musim haji mendatang jamaah Indonesia dapat menikmati nasi dari beras produksi petani dalam negeri, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional. (msn/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO