BANGSAONLINE.com - BMKG mengimbau masyarakat lebih memperhatikan kualitas udara, khususnya terkait partikel debu halus PM10 yang dapat berdampak pada kesehatan meski langit tampak cerah.
PM10 merupakan materi partikulat berdiameter 10 mikrometer (µm) atau lebih kecil yang mudah terhirup, dan masuk ke saluran pernapasan.
BACA JUGA:
- BMKG Pastikan Gempa Jember Aman dari Tsunami
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
Berdasarkan informasi BMKG melalui akun resminya menyatakan, sumber PM10 terbagi menjadi 2 kategori, yakni alami dan aktivitas manusia.
Sumber alami meliputi debu tanah, serbuk sari, jamur, abu vulkanik, dan garam laut. Sedangkan sumber dari aktivitas manusia antara lain debu jalanan, kegiatan konstruksi, aktivitas industri, asap kendaraan, pembakaran kayu dan sampah, serta tungku dan perapian.
BMKG menekankan, aktivitas perkotaan yang padat membuat kontribusi PM10 dari aktivitas manusia lebih dominan, terutama di wilayah dengan lalu lintas tinggi dan pembangunan intensif.
BMKG juga menjelaskan kategori kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM10:
- Baik (0–50 µg/m³): tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




