Ia mengingatkan santri agar berpegang pada prinsip khoirun nas anfauhum linnas dalam kehidupan bermasyarakat.
āSebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Nilai inilah yang harus dipegang santri ketika terjun dan mengabdi di tengah masyarakat,ā ujarnya.
Ia berharap para santri mampu menyampaikan syiar Islam secara bijak dan menyejukkan tanpa meninggalkan kearifan lokal, selama tidak bertentangan dengan akidah dan norma yang berlaku. Sikap saling menghargai dinilai menjadi kunci menjaga kerukunan masyarakat yang majemuk.
Di hadapan 1.066 santri, Abdullah menekankan bahwa Indonesia merupakan negara milik bersama seluruh elemen bangsa, bukan milik satu golongan atau agama tertentu. Pemahaman tersebut penting untuk mencegah tumbuhnya sikap eksklusif dan radikal.










