Ia menegaskan, para tukang becak tidak menolak penataan transportasi, namun berharap kebijakan pemerintah berpihak pada moda transportasi tradisional.
“Kami tidak minta macam-macam. Becak ini sudah jadi transportasi resmi peziarah sejak dulu. Kalau semua diambil shuttle, kami mau makan apa,” keluhnya.
BACA JUGA:Tandingan Aksi Mahasiswa, 3.000 Massa Aliansi Masyarakat Tuban Demo Dukung Program MBG dan Kopdes
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban Anthon Tri Laksono mengakui penataan transportasi peziarah di kawasan tersebut bukan perkara mudah karena berkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, setiap peluang ekonomi yang muncul wajar dimanfaatkan, namun di sisi lain berdampak pada penurunan penghasilan tukang becak di Terminal Kebonsari.










