Puguh Wiji Pamungkas saat kegiatan reses
KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat di Kota Malang, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut menyoroti polemik hiburan malam dan meningkatnya angka pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda.
Kegiatan Masa Sidang II Tahun 2026 tersebut berlangsung di AA Cafe & Resto, Jalan Joyo Agung No.4, Tlogomas, Lowokwaru, dan dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat Malang Raya, mulai dari perawat, budayawan, hingga ketua RT dan RW.
Dalam sambutannya, Dr. Puguh yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim VI Malang Raya mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam forum tersebut.
Ia juga menilai kehadiran Abah Anton sebagai tokoh penting yang pandangannya dibutuhkan untuk pembangunan Kota Malang.
“Beliau adalah tokoh Kota Malang yang nasihat dan pandangannya perlu kita dengarkan. Ini menjadi kehormatan bagi kami bisa bersama-sama menyerap aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah keberadaan sejumlah tempat hiburan malam yang diduga tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), terutama terkait ketentuan jarak dengan lembaga pendidikan.
“Kalau memang ada yang melanggar Perda, terutama soal jarak dengan tempat pendidikan, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Perda adalah produk hukum yang wajib dihormati,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.
Meski demikian, Dr. Puguh menekankan bahwa solusi yang diupayakan bukan penghapusan industri hiburan malam, melainkan penataan agar selaras dengan karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan dan religius.
“Kita tidak sedang berbicara menghilangkan industri, tetapi bagaimana memanajemeni agar selaras dengan karakter Kota Malang sebagai kota pendidikan dan religius,” katanya.
Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur terkait peninjauan ulang izin tempat hiburan yang menimbulkan polemik.
Selain itu, forum juga membahas persoalan ketenagakerjaan, terutama meningkatnya angka pengangguran di kalangan generasi muda.
Dr. Puguh menyoroti pentingnya pengakuan sektor informal dan industri kreatif sebagai bagian dari ekosistem ketenagakerjaan.
“Hari ini lanskap demografi kita didominasi generasi milenial, gen Z, dan gen alpha yang lekat dengan dunia digital. Banyak dari mereka bekerja di sektor kreatif dan informal, namun belum sepenuhnya terakomodasi dalam data ketenagakerjaan formal,” jelasnya.
Ia mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap industri kreatif melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta penguatan akses pasar hingga tingkat internasional.
“Negara harus hadir, memfasilitasi akses pasar dan memperkuat pelatihan agar potensi generasi muda ini benar-benar menjadi solusi atas persoalan pengangguran,” pungkasnya.
Turut hadir sebagai pembicara Rektor STIE Malangkucecwara (Kampus ABM) Malang, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D., serta Mochamad Anton atau Abah Anton, Wali Kota Malang periode 2013–2018.(dad/van)








