Safari Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqin, Wabup Gresik Sebut Anggaran Pembangunan Terbatas

Safari Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqin, Wabup Gresik Sebut Anggaran Pembangunan Terbatas Wabup Asluchul Alif memberikan sambutan saat safari Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Sumengko. (Ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif melakukan Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Kamis (5/3/2026).

Di hadapan undangan, Wabup menyampaikan tantangan pembangunan Gresik. Menurutnya, pemerintah harus melakukan kebijakan skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini karena keterbatasan anggaran di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat konflik luar negeri.

"Masalah yang kita hadapi besar, namun anggaran terbatas. Oleh karena itu, pembangunan dilakukan secara bergantian dan bertahap. Kami mohon doa dan dukungan positif dari masyarakat agar proses pembangunan jalan, penyediaan air bersih, dan program lainnya dapat berjalan lancar," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, untuk mempermudah masyarakat dalam pengaduan dan melaporkan kejadian darurat, cukup telepon di call center 112. Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai kondisi darurat seperti permintaan ambulans, kebakaran, aksi kriminalitas, hingga penanganan hewan berbahaya seperti ular.

"Cukup hubungi 112, sampaikan identitas dan kondisi daruratnya. Ambulans kita sudah dilengkapi GPS, sehingga armada terdekat akan langsung menjemput. Ini solusi praktis jika masyarakat tidak hafal nomor telepon perangkat desa atau camat," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Pemkab Gresik juga menyediakan nomor WhatsApp Center Pemda Gresik di 0812-1788-9986. Layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan informasi warga secara cepat, mulai dari pengecekan status BPJS, informasi lowongan pekerjaan yang diperbarui secara berkala, hingga pelaporan jalan rusak atau pengajuan proposal.

Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga diri selama bulan suci Ramadhan. Ia menyoroti kejadian tawuran antarpemuda saat sahur yang sempat terjadi di salah satu kecamatan di Gresik beberapa waktu lalu.

"Kami dari pemerintah daerah, bersama jajaran TNI dan Polri, tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh keterlibatan bapak ibu semua untuk menjaga kondusivitas wilayah masing-masing agar kejadian tawuran saat sahur tidak terulang di sini," pungkasnya. (hud/msn)