Waspada Campak Saat Mudik Lebaran 2026, Lia Istifhama Ingatkan Orang Tua Perketat Prokes Anak

Waspada Campak Saat Mudik Lebaran 2026, Lia Istifhama Ingatkan Orang Tua Perketat Prokes Anak Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi perhatian serius Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Ia mengeluarkan imbauan khusus bagi para orang tua untuk mewaspadai penularan penyakit menular, terutama campak, di tengah kerumunan silaturahmi.

Sosok yang akrab disapa Ning Lia ini mengingatkan bahwa tradisi berkumpulnya keluarga besar dari berbagai daerah dapat menjadi titik picu penyebaran virus bagi kelompok rentan.

“Ini tetap menjadi kewaspadaan kita bersama, terutama menjelang hari raya. Mobilitas masyarakat meningkat dan banyak aktivitas berkumpul, sehingga risiko penularan penyakit juga ikut meningkat,” ujar Ning Lia.

Salah satu poin penting yang disoroti Ning Lia adalah kebiasaan fisik saat bertemu anak kecil. Ia meminta masyarakat untuk menahan diri dari kontak fisik langsung seperti memegang atau mencium bayi dan balita guna meminimalisir transmisi virus.

“Salah satu yang perlu ingat, jangan sembarangan memegang atau mencium anak-anak, terutama bayi dan balita. Daya tahan tubuh mereka masih sangat rentan,” tegasnya.

Imbauan ini selaras dengan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menunjukkan situasi waspada. Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat: 10.453 kasus suspek campak, 8.372 kasus terkonfirmasi dengan 6 kematian, dan 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Meski tren sempat menurun di bulan Februari, periode mudik Maret 2026 dinilai memiliki risiko tinggi untuk memicu kembali lonjakan kasus jika masyarakat lengah.

Sebagai langkah preventif utama, Ning Lia menekankan bahwa imunisasi adalah harga mati untuk membentuk kekebalan tubuh anak. Sesuai jadwal, imunisasi campak-rubela wajib diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 6–7 tahun.

“Anak yang belum kenal berbagai virus atau bakteri perlu dikenalkan melalui vaksin agar antibodinya terbentuk. Dengan begitu, ketika terkena penyakit, tubuhnya sudah memiliki pertahanan untuk melawannya,” jelas Senator peraih suara terbanyak ketiga di Jatim ini.

Selain vaksin, Ning Lia juga mengajak pemudik untuk tetap disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker di kerumunan, dan menerapkan etika batuk yang benar.

“Silaturahmi tetap penting, tetapi kesehatan juga harus dijaga. Mari kita lindungi anak-anak kita dengan meningkatkan kewaspadaan dan memastikan imunisasi mereka lengkap,” pungkasnya.