Hadiri Penutupan Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep, Ning Lia Puji Peran Pesilat Jaga Benteng NU

Ringkasan Berita
  • Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep berhasil diselenggarakan sebagai ajang seleksi atlet pencak silat untuk kompetisi tingkat lebih tinggi, dengan diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai tingkat di Kabupaten Sumenep.
  • Anggota DPD RI Ning Lia menegaskan kejuaraan ini bukan sekadar perburuan medali, tetapi sarana penanaman disiplin, sportivitas, cinta tanah air, dan akhlak mulia bagi generasi muda, sekaligus menjaga eksistensi Pagar Nusa sebagai benteng NU.
  • PP Mathali'ul Anwar meraih Juara Umum I dengan 13 medali emas, diikuti PC Pagar Nusa Kangean sebagai Juara Umum II dan Ranting Kebun Dadap sebagai Juara Umum III, sementara Zainaba Zahwa Qotrun Nada dan Danielul Irsyad dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri dan Putra.
  • Para atlet diingatkan untuk tidak cepat puas dan bersiap menghadapi Kejurwil Pagar Nusa Jawa Timur di Banyuwangi pada September 2026, dengan terus berlatih, menjaga akhlak, disiplin, dan semangat juang sebagai pesilat Pagar Nusa.
  • Acara ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk pembinaan atlet menuju level provinsi dan nasional, sekaligus mempererat ukhuwah dan menanamkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah bagi kader muda NU di Madura.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Gelaran Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep resmi berakhir pada Minggu (2/8/2026). Ajang ini menjadi kawah candradimuka pembinaan sekaligus sarana seleksi atlet pencak silat daerah guna melangkah ke kompetisi tingkat yang lebih tinggi.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, menegaskan bahwa kejuaraan pencak silat bukan sekadar gelanggang untuk berburu medali. Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia ini, Kejurcab memiliki dimensi krusial dalam menempa karakter generasi muda lewat penanaman sikap disiplin, sportivitas, cinta tanah air, hingga pembentukan akhlak mulia.

“Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena mampu mempererat ukhuwah, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus menjaga eksistensi Pagar Nusa sebagai benteng Nahdlatul Ulama. Saya juga bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para pendekar dan penjaga benteng NU di Kabupaten Sumenep,” tutur Ning Lia.

Ia menilai Pagar Nusa memegang posisi strategis dalam membimbing para remaja agar tidak hanya memiliki ketahanan fisik yang tangguh, namun juga mengantongi integritas moral serta komitmen menjaga keislaman dan kebangsaan.

Sementara itu, Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, KH Drs. Abdul Muiz, MM, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, pelatih, hingga jajaran panitia yang telah menyukseskan agenda ini. Kiai Muiz berpesan agar para jawara tidak cepat berpuas diri dan segera bersiap menyongsong Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Pagar Nusa Jawa Timur di Banyuwangi pada September 2026 mendatang.

“Kejurcab ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi merupakan proses seleksi atlet terbaik yang nantinya akan membawa nama baik Kabupaten Sumenep pada Kejurwil. Teruslah berlatih, jaga akhlak, disiplin, dan semangat juang sebagai pesilat Pagar Nusa,” tegasnya.

Untuk diketahui, Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep diikuti sekitar 200 atlet dari jajaran PAC, rayon, hingga ranting se-Kabupaten Sumenep. Persaingan kian kompetitif dan semarak dengan hadirnya kontingen dari PC Pagar Nusa Kangean.

Berdasarkan rekapitulasi perolehan medali, PP Mathali’ul Anwar sukses keluar sebagai Juara Umum I setelah memborong 13 medali emas. Posisi Juara Umum II diraih oleh PC Pagar Nusa Kangean dengan torehan 5 medali emas, disusul Ranting Kebun Dadap sebagai Juara Umum III dengan raihan 4 medali emas.

Pada kategori perseorangan, predikat Pesilat Terbaik Putri berhasil diraih oleh Zainaba Zahwa Qotrun Nada dari Rayon ABI Sujak. Sedangkan predikat Pesilat Terbaik Putra disabet oleh Danielul Irsyad dari Rayon PPMA berkat performa impresifnya di sepanjang kejuaraan.

Ketua Panitia Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep, Busyro, mengutarakan rasa syukur mendalam atas kelancaran seluruh prosesi pertandingan serta menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak.

Usainya helatan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para atlet Sumenep untuk menggembleng diri lebih maksimal. Selain menyaring bibit unggul pesilat menuju level provinsi hingga nasional, agenda ini menjadi ruang penguatan ukhuwah serta penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah bagi kader muda Nahdlatul Ulama di Pulau Madura.