Anggota Satlantas Polres Pamekasan saat mengecek kondisi korban laka di Puskesmas Proppo
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Satlantas Polres Pamekasan menangani 14 kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pamekasan Slamet Riyadi mengatakan, mayoritas kecelakaan terjadi di jalan kabupaten dengan total 11 kasus, sementara tiga kasus lainnya terjadi di jalan provinsi.
BACA JUGA:
- Dua Santri Terjatuh dari Lantai Dua Asrama di Pamekasan, Satu Meninggal Dunia
- Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Truk Bos di Pamekasan
- Korwil BGN Pamekasan Jalani Klarifikasi 10 Jam di Polres, Didampingi Wakareg Jatim
- Polres Pamekasan Dalami Dugaan Rangkap Jabatan Korwil BGN, Pemeriksaan Maraton 10 Jam
“Kecelakaan paling banyak terjadi pada siang hari dengan total 12 kasus. Rinciannya, lima kasus terjadi pada pukul 06.00-12.00 WIB dan enam kasus pada pukul 12.00-18.00 WIB,” kata Slamet, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan kendaraan yang terlibat didominasi roda dua, sedangkan jenis kecelakaan paling banyak berupa kecelakaan tunggal.
“Laka tunggal tercatat ada lima kasus. Empat kasus tabrak depan, satu kasus tabrak depan-belakang, dua kasus depan-samping dan dua kasus samping-samping,” paparnya.
Slamet menyebut, latar belakang korban yang terlibat kecelakaan beragam, mulai dari petani, pedagang, karyawan swasta hingga mahasiswa.
“Korban juga ada yang meninggal, tiga orang. Untuk akumulasi kerugian materiil semua kasus Rp74.400.000,” pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




