GM of SHE SIG, Harry Ghautama (tengah) menerima piagam penghargaan predikat Excellent untuk kategori Perusahaan Manufaktur dari Managing Director SPOT Corporate Communication (SWA Media Group), Teguh Poeradisastra pada ajang Indonesia Best Companies In HSE Implementation 2026.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih predikat Excellent pada ajang Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026.
Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kinerja unggul dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik, termasuk dalam aspek K3 dan keberlanjutan.
Penilaian dilakukan oleh profesional berpengalaman dan akademisi terkemuka di bidang K3 melalui berbagai parameter ketat yang mencakup kepatuhan terhadap regulasi, strategi, dan inovasi dalam implementasi HSE (Health, Safety, and Environment), serta dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menyatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan.
Ia menegaskan prinsip HSE menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas perusahaan.
"Prestasi membanggakan ini adalah hasil kerja keras dari tim HSE serta seluruh Insan SIG yang bersama-sama telah meningkatkan budaya K3, dan menjadi motivasi bagi SIG untuk terus meningkatkan implementasi SMK3 guna menjaga keselamatan pekerja, melindungi lingkungan, dan memastikan keberlanjutan bisnis," ujar Vita Mahreyni, Minggu (29/3/2026).
Salah satu upaya strategis SIG dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group adalah melalui implementasi Visible Safety Leadership (VSL).
Yaitu keterlibatan aktif lini manajemen yang terjun langsung ke lapangan untuk berdialog, melakukan observasi dan intervensi konstruktif ketika ditemukan kondisi maupun tindakan tidak aman.
Untuk meningkatkan dan memperkuat upaya tersebut, SIG mendorong transformasi menuju Visible- Felt Safety Leadership (VFSL).
Di mana kepemimpinan dalam keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja.
Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Penerapan aspek K3 di SIG juga diperkuat melalui berbagai upaya, antara lain penguatan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang lebih implementif melalui New CLSR: Safety Golden Rules dan CLSR IP,
Standarisasi Pedoman SMK3 dan Prosedur Health & Safety, Standarisasi Praktik K3, program Safety Academy dan pelaporan K3 melalui aplikasi SHESIG bagi seluruh Insan SIG Group, pelaksanaan SHE Leader’s Talk melalui webinar, serta penerapan CSMS (Contractor Safety Management System) kepada semua kontraktor.
Vita menambahkan, bahwa budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama.
"SIG berkomitmen untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama pada setiap tahapan operasi di semua level organisasi dalam Perusahaan yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), tetapi juga memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif," pungkasnya. (hud/van)

























