Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Asluchul Alif dan Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman rapat dengan Kepala OPD. foto: ist
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) harus berdampak langsung pada efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan arahan pemerintah pusat untuk menekan pengeluaran, terutama di tengah kenaikan harga energi.
BACA JUGA:
- BPJS Gresik Dukung Peluncuran Program Prolanis Muda, Sasar Generasi Produktif Cegah Penyakit Kronis
- Polres Gresik Lumpuhkan Residivis Curat di Jombang
- KIPG Genap 40 Tahun, Inovasi Insan Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Rp154 Miliar
- Tinjau Kopdes Merah Putih di Gresik, Tim Kantor Staf Presiden Harap Gerai Segara Terisi
"Tujuan pemerintah pusat menerapkan WFH sehari dalam sepekan adalah untuk penghematan anggaran. Terutama di tengah lonjakan harga energi," ungkap bupati, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, penerapan WFH menjadi langkah strategis untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini juga dinilai relevan dengan kondisi global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi sektor energi.
Terkait Surat Edaran (SE) skema WFH, Bupati menyatakan pihaknya telah menyiapkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




