Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Dok. Kemenhaj.
BANGSAONLINE.com - Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa wacana War Ticket haji atau sistem pembelian tiket langsung masih sebatas wacana. Ia memastikan belum ada kebijakan yang akan diterapkan dalam waktu dekat maupun tahun ini.
“(War Ticket) itu bukan kebijakan tahun ini, jangan salah, jadi itu bukan kebijakan tahun ini, itu adalah wacana kita,” kata Dahnil, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, istilah War Ticket muncul sebagai bagian dari rumusan transformasi sistem perhajian untuk memperpendek masa tunggu haji yang rata-rata mencapai 26,4 tahun.
Namun, pemerintah masih mencari formulasi tepat agar kebijakan tidak merugikan calon jemaah yang sudah mendaftar.
“Ini bukan kebijakan, ini adalah upaya yang sedang kita cari untuk melakukan transformasi perhajian kita supaya kita bisa memperpendek antrean bahkan meniadakan antrean,” ucap Dahnil.
Wacana ini menuai beragam reaksi di media sosial. Sebagian pihak khawatir sistem tersebut menyulitkan masyarakat desa atau yang belum terbiasa dengan teknologi digital, serta menimbulkan pertanyaan mengenai nasib calon jemaah yang telah menunggu puluhan tahun dan potensi percaloan.
Di sisi lain, pendukung menilai sistem War Ticket dapat membantu mengurangi antrean, terutama bagi calon jemaah lanjut usia. Wacana ini juga dianggap sebagai penerapan konsep istithaah atau kemampuan berhaji dari sisi fisik, mental, dan keuangan.
“Nah salah satu yang sekarang lagi kami pikir. Kami sedang memformulasikan itu tadi istilahnya War Ticket,” kata Dahnil. (msn/rom)

























