Dukung Buku Saku Kemenkes, Lia Istifhama: Kesehatan Mental Anak Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Dukung Buku Saku Kemenkes, Lia Istifhama: Kesehatan Mental Anak Butuh Kerja Sama Lintas Sektor Lia Istifhama, Anggota DPD RI.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - , , menegaskan pentingnya menjadikan kesehatan mental anak sebagai prioritas utama dalam kebijakan nasional, khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurutnya, langkah dalam menyusun buku saku edukatif bagi anak-anak merupakan inisiatif strategis dalam upaya preventif terhadap berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan belajar dan kesehatan mental sejak usia dini.

“Kami mendukung penuh upaya dalam menyusun buku saku bagi anak-anak sebagai langkah preventif gangguan kesehatan. Namun, kolaborasi lintas kementerian harus diperkuat agar pendekatan ini lebih komprehensif,” ujar Lia, pada Senin (13/4/2026).

Lia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia mengusulkan agar buku edukasi yang diterbitkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu merangsang kreativitas dan logika anak dalam membangun mimpi yang realistis dan terarah.

“Buku tersebut perlu menjadi sarana brainstorming bagi anak-anak, agar mereka mampu memiliki mimpi yang logis dan bisa diraih,” tambahnya.

Realitas di Lapangan: Gangguan Belajar hingga Trauma Anak

Dalam kunjungannya ke klinik gangguan belajar di RS Menur Surabaya, Lia menemukan beragam kasus yang menjadi cerminan kompleksitas persoalan anak saat ini.

Ia mengungkapkan adanya anak-anak dengan berbagai latar belakang masalah, mulai dari gangguan belajar hingga trauma akibat perundungan dan pelecehan seksual.

“Saya menemukan anak yang memiliki mimpi menjadi hacker, namun di sisi lain ada juga anak-anak yang menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih menyeluruh,” ungkap Lia.

Lia juga mendorong peningkatan fasilitas dan tenaga medis dalam layanan kesehatan mental anak, termasuk pengembangan pusat layanan seperti child and adolescent health center di berbagai daerah.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO