Keringat bercucuran, beberapa orang memanjat rangka besi dengan hati-hati, sementara lainnya menopang dari bawah.
Sesekali canda ringan mencairkan ketegangan, mempererat kebersamaan. Hingga akhirnya, tandon berwarna cerah itu berdiri tegak.
Tepuk tangan spontan pecah, bukan sekadar tanda keberhasilan teknis, melainkan lega atas hadirnya solusi yang lama dinanti.
Saāid, warga sekitar, mengungkapkan keterbatasan air bersih selama ini menjadi persoalan utama di madrasah.










