Pembuatan kerangka tandon di Madrasah Al Ikhlas, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Di bawah rindangnya pohon salak Desa Keleyan, Kecamatan Socah, berdiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas. Sejak 1995, sekolah sederhana ini menjadi rumah belajar bagi 141 siswa.
Namun, selama lebih dari 3 dekade, mereka menjalani hari-hari dengan keterbatasan mendasar, yakni air. Untuk berwudhu dan kebutuhan MCK, madrasah hanya bergantung pada kebaikan warga sekitar.
Di tengah keterbatasan itu, Ustadz Rifa’e tetap setia menjaga nyala pendidikan.
“Sejak berdiri, kami belum punya sumur sendiri. Untuk air, kami masih numpang,” ucapnya pelan, seakan menyimpan beban panjang yang tak pernah benar-benar terucap.
Harapan yang lama dipanjatkan akhirnya terjawab melalui program TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan. Deru mesin bor menggantikan sunyi panjang kekurangan.
Pembangunan sumur bor dan tandon air kini berdiri di halaman madrasah, membawa kehidupan baru.
“Alhamdulillah, seperti ada cahaya yang menyiram sekolah ini,” kata Rifa’e dengan mata berkaca-kaca.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




