Warga Dusun Buluh Bebe bersama prajurit Kodim 0829/Bangkalan ketika mengangkat kerangka tandon.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Terik matahari di Desa Buluh, Kecamatan Socah, tak menyurutkan semangat warga Dusun Buluh Bebe bersama prajurit Kodim 0829/Bangkalan. Di halaman Madrasah Diniyah Bahrul Ulum, Sabtu (2/5/2026), mereka berkumpul bukan sekadar bekerja, melainkan mengangkat harapan.
Dipimpin Sertu Mustain, Babinsa Desa Buluh yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-128, warga dan TNI bergotong royong menaikkan kerangka tandon air.
Tanpa alat berat, hanya bermodal tali, bambu penyangga, dan tenaga bersama, mereka menyusun strategi sederhana agar tandon berdiri kokoh.
“Tarik pelan… tahan di atas!,” teriak salah satu warga memberi aba-aba.
Keringat bercucuran, beberapa orang memanjat rangka besi dengan hati-hati, sementara lainnya menopang dari bawah.
Sesekali canda ringan mencairkan ketegangan, mempererat kebersamaan. Hingga akhirnya, tandon berwarna cerah itu berdiri tegak.
Tepuk tangan spontan pecah, bukan sekadar tanda keberhasilan teknis, melainkan lega atas hadirnya solusi yang lama dinanti.
Sa’id, warga sekitar, mengungkapkan keterbatasan air bersih selama ini menjadi persoalan utama di madrasah.
“Alhamdulillah, anak-anak nanti tidak lagi kesulitan air. Ini sangat membantu,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Tandon air kini menjadi cadangan penting, bermanfaat bagi santri maupun warga sekitar, terutama saat musim kemarau.
Sertu Mustain menegaskan, keterlibatan TNI bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kami ingin hadir di tengah warga, bekerja bersama, dan merasakan apa yang mereka rasakan. Ini tentang kebersamaan,” katanya.
Program TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan memang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun lebih dari sekadar tandon air, yang terbangun hari itu adalah semangat gotong royong, kekuatan tak terlihat yang menjadi fondasi utama mengatasi keterbatasan desa.
Di bawah langit Buluh Bebe, harapan itu kini berdiri tegak. Air yang mengalir dari tandon bukan hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga menghidupi mimpi banyak orang. (uzi/mar)






