Ringkasan Berita
- Ledakan kompor gas portabel saat acara bakar-bakar di Surabaya menewaskan tiga remaja. Korban paling parah adalah siswi SMP berusia 14 tahun dengan luka bakar di wajah dan tangan.
- Ledakan dipicu oleh upaya menyalakan kompor gas portabel kedua yang berdekatan dengan kompor yang sudah menyala. Dua korban lainnya mengalami luka bakar ringan.
- Keluarga korban utama mengeluhkan penanganan lambat di RSUD Dr. Soetomo, sehingga korban dipindahkan ke RS Unair C dan langsung ditangani. Ketua RT setempat membenarkan kejadian tersebut.
- BPBD Surabaya menyatakan tidak menerima laporan kejadian dan mengimbau masyarakat menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi musibah untuk memudahkan proses penyelamatan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Terdapat 3 remaja yang menjadi korban ledakan kompor gas portabel saat acara bakar-bakar di rumah warga Jalan Gubeng Kertajaya pada Minggu (8/6/2026) sore.
Salah satu korban yang merupakan siswi SMPN 6 Surabaya, R (14), mengalami luka bakar parah di bagian wajah dan tangan. Sedangkan 2 korban lainnya mengalami luka bakar ringan.
Ketua RT 06 Kelurahan Kertajaya, Koes Hariyanto, membenarkan peristiwa tersebut. Saat dikonfirmasi hari ini, Jumat (12/6/2026), ia mengatakan, “Benar bahwa pada hari Minggu sore terjadi korban ledakan kompor gas kecil, infonya 3 yang kena ledakan tapi satu pemudi yang parah.”
Menurut dia, ledakan terjadi saat korban menyalakan kompor gas portabel kedua yang berada berdekatan dengan kompor lain yang sudah menyala.
Warga kemudian membawa para korban ke RSUD Dr. Soetomo. Namun, keluarga korban mengeluhkan penanganan medis yang lambat, sehingga korban (R) dipindahkan ke RS Unair C.
“Sempat orang tua R marah-marah ke pihak Rumah Sakit Soetomo karena putrinya sudah keadaan kesakitan hingga menggigil namun tidak direspons. Sehingga dipindah langsung ke RS Unair C, dan alhamdulillah langsung ditangani,” kata Koes.
Sementara itu, Kasubid Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, menyatakan pihaknya tidak menerima laporan terkait kejadian dimaksud. Ia mengimbau masyarakat segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi musibah.
“Pesan kepada masyarakat, setidaknya meminta bantuan kepada kanal telepon 112 bila terjadi musibah agar kami bisa membantu proses penyelamatan,” ucapnya. (rus/mar)










