Kegiatan bersih-bersih sungai dari eceng gondok.
Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Tin Latifah, menjelaskan bahwa fenomena iklim yang akan terjadi merupakan kategori El Nino moderat, bukan ekstrem. Kondisi tersebut dinilai masih dapat diantisipasi dengan optimalisasi sumber daya yang ada.
“El Nino yang akan kita hadapi bersifat moderat, sehingga masih bisa diupayakan dengan berbagai upaya, termasuk pemanfaatan lahan kering dan dukungan sarana prasarana pertanian,” jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dirjen juga menyoroti pentingnya optimalisasi fungsi sumber air, termasuk waduk dan embung yang saat ini mengalami kendala akibat pertumbuhan eceng gondok. Ke depan, pemanfaatan teknologi irigasi seperti pompanisasi dan irigasi perpipaan akan terus didorong dan dimaksimalkan. Agar dapat mendukung dan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi aliran sungai yang belum optimal, Pemkab Lamongan berkomitmen akan segera melakukan tindak lanjut melalui pengerukan dan pelebaran saluran air. Tujuannya agar dapat difungsikan secara maksimal dalam mendukung pengairan lahan pertanian.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus mempertahankan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan unggulan di Jawa Timur. (sof/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




