Kondisi tersebut membuat tidak semua warga bertahan menjadi petani garam karena harga jual dinilai kerap tidak stabil.
“Makanya hanya sebagian kecil warga yang tetap fokus bertambak garam, karena harganya sering tidak stabil,” kata Muhamad.
BACA JUGA:Antrean BBM di Sumenep Kembali Mengular, Konsumen Rela Cari Informasi Sebelum Isi Bahan Bakar
Penurunan harga garam juga dibenarkan pengusaha garam asal Gili Raja, Maskup Belu. Ia menyebut perusahaan besar kini membeli garam dengan harga lebih rendah dibanding sebelumnya.
Meski demikian, permintaan pasar disebut masih berjalan normal.










