SURABAYA,BANGSAONLINE.com -Grup hip-hop asal Ponorogo, Kajawi, menjadi sorotan setelah lagu mereka berjudul āMenteri Durmagatiā dipilih sebagai soundtrack film mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya berjudul 'Pakaryan'.
Kajawi mengaku bangga karena karya mereka dapat menjadi bagian dari film mahasiswa. Mereka menilai lagu āMenteri Durmagatiā memiliki kesamaan tema dengan Pakaryan, yakni mengangkat keresahan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bagi tim Pakaryan, pemilihan lagu Kajawi bukan semata karena viral di media sosial. Mereka menilai Kajawi memiliki identitas kuat melalui penggunaan bahasa Jawa dan kritik sosial dalam lirik lagu-lagunya.
Hal itu dianggap selaras dengan film Pakaryan yang juga menggunakan bahasa Jawa serta mengangkat persoalan penyelewengan proyek di tengah masyarakat.
Produser Pakaryan, Safir, mengatakan penggunaan lagu Kajawi diharapkan mampu memperkuat suasana sekaligus identitas budaya dalam film tersebut. Menurutnya, baik Pakaryan maupun karya-karya Kajawi sama-sama lahir dari realitas sosial masyarakat Jawa.
āDari beberapa kesamaan inilah kami ingin membawa budaya lokal ke audiens yang lebih luas. Karena penggunaan lagu dari Kajawi ini memberikan kekuatan tambahan untuk film kami,ā tuturnya.
Ketertarikan tim Pakaryan bermula saat lagu āMenteri Durmagatiā viral di berbagai platform media sosial. Mereka kemudian menghubungi Kajawi melalui Instagram dan menjelaskan bahwa film tersebut merupakan proyek mahasiswa.
Safir mengaku sejak awal dirinya terbuka kepada Kajawi terkait latar belakang produksi film tersebut. Menurutnya, keterbukaan itu justru membuat proses kolaborasi berjalan lebih akrab dan hangat.
Sementara itu, pihak Kajawi menyambut positif ajakan kolaborasi tersebut. Mereka mengaku terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama, terutama dengan komunitas kreatif anak muda.
āKami sangat terbuka untuk berbagai kolaborasi karena sama-sama ingin membangun lewat karya yang kami miliki,ā ujar Muheim, salah satu personel Kajawi.
Lagu āMenteri Durmagatiā dan film Pakaryan sama-sama menghadirkan kritik sosial terkait proyek dan praktik penyelewengan yang terjadi di masyarakat. Kajawi menilai sejumlah dialog dalam film terasa selaras dengan lirik yang mereka bawakan dalam lagu tersebut.
Kesamaan antara dialog film dan lirik lagu membuat soundtrack terasa menyatu dengan suasana cerita yang dibangun dalam Pakaryan. Selain itu, penggunaan lagu tersebut juga menjadi pengalaman pertama bagi Kajawi sebagai pengisi soundtrack film. Mereka pun membuka peluang kolaborasi serupa pada masa mendatang.
Bagi Kajawi dan tim Pakaryan, kolaborasi ini bukan sekadar penggunaan soundtrack. Mereka ingin menunjukkan bahwa komunitas kreatif anak muda dapat saling mendukung untuk memperkenalkan karya berbasis budaya Jawa kepada masyarakat yang lebih luas.
āKalau tidak ada sinergi, harus dengan siapa lagi kita membangun budaya kita sendiri,ā pungkas tim Kajawi. (van)










