Ringkasan Berita
- Wakil Ketua I DPRD Tuban mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera mengevaluasi kinerja Dapur SPPG Sidorejo 2 Tuban setelah ditemukan menu makanan yang diduga basi dan belum matang disajikan kepada siswa.
- Para wali murid melaporkan dan mengeluhkan insiden menu sop yang kecut dan jagung belum matang pada Rabu, 20 Mei 2026, dan meminta pembenahan total serta ancaman sanksi jika tidak ada perbaikan.
- Insiden ini memicu kekhawatiran bahwa kelalaian dalam pengawasan dapat membahayakan kesehatan siswa dan mengancam kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program bersama.
- Kepala SPPG Sidorejo 2 Tuban belum memberikan tanggapan atas aduan wali murid terkait menu yang diduga basi tersebut, meski sudah dikonfirmasi via WhatsApp.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Gizi Nasional (BGN) didesak untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sidorejo 2 Tuban. Langkah tegas ini diminta setelah dapur yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo tersebut kedapatan menyajikan menu yang diduga basi kepada siswa sekolah.
Desakan evaluasi tersebut salah satunya datang dari Wakil Ketua I DPRD Tuban, H. Mohammad Miyadi. Menurutnya, BGN harus bergerak cepat agar kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga.
"Melihat kejadian itu semestinya ada evaluasi oleh BGN terhadap SPPG Sidorejo 2 Tuban tersebut," ujar Miyadi kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Miyadi menambahkan, program MBG merupakan program bersama yang harus didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, jika ditemukan masalah fatal seperti menu makanan yang basi, proses evaluasi total tidak boleh ditunda-tunda.
"Pengawasan dan evaluasi ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegasnya.
Keluhan serupa juga disuarakan oleh para wali murid. Mereka berharap ada pembenahan total dari manajemen SPPG Sidorejo 2 Tuban. Jika kualitas pelayanan tidak segera membaik, warga meminta BGN memberikan sanksi tegas berupa pembekuan sementara (suspend).
"Bila tidak ada pengawasan yang ketat, maka dengan seenaknya dapur akan menyajikan menu pada anak-anak kami," keluh salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan kelalaian ini pertama kali mencuat pada Rabu (20/5/2026), ketika sejumlah siswa menerima paket makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
"MBG-nya anak saya hari ini menu sop kecut, isi jagung juga masih belum matang. Untung tak cicipi dulu," ungkap Angel (26), seorang wali murid asal Tuban Kota dengan nada kecewa.
Para orang tua murid khawatir, jika kualitas makanan yang menurun ini terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan anak-anak mereka di sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Sidorejo 2 Tuban, Alifia Sevi Cahyani, belum memberikan respons terkait aduan menu sop yang diduga basi dan belum matang tersebut. Upaya konfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp pun belum mendapatkan balasan.
Sebagai informasi, Dapur SPPG Sidorejo 2 Tuban diresmikan pada 6 Desember 2025. Acara peresmian kala itu dihadiri oleh perwakilan yayasan, tokoh masyarakat, serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Tuban, termasuk Kapolsek, Danramil, Camat, Kepala Kantor Kesbangpol, Lurah Sidorejo, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. (wan/rev)










