Bupati Bangkalan saat live TikTok.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melakukan siaran langsung di akun TikTok pribadinya (lukmanhakim S.IP) selama hampir 5 jam, mulai pukul 20.00-00.30 WIB pada Minggu (24/5/2026) di Pendopo Agung Bangkalan.
Dalam siaran tersebut, Lukman terlihat santai berinteraksi dengan warga dan netizen. Ia pun mengaku terbiasa tidur larut malam saat menjawab komentar penonton.
BACA JUGA:
- Setahun Lukman-Fauzan: Pembangunan Jalan 53 Km Diklaim Tuntas, Pemerataan di Bangkalan Tuai Kritik
- Resmikan Dapur SPPG Bilaporah, Bupati Bangkalan Tegaskan Pemenuhan Gizi Masyarakat
- Bupati Bangkalan Targetkan Perluasan Akses Air Bersih, PUDAM Siapkan Uji Geolistrik di 50 Titik
- Tanggapi Merosotnya Indeks Pelayanan Publik, Begini Respons Bupati Bangkalan
Pantauan BANGSAONLINE.com memperlihatkan, jumlah penonton mencapai ratusan akun dengan total tap layar lebih dari 31 ribu. Sejumlah penonton juga memberikan gift virtual seperti mawar.
Selama live, Lukman menjawab beragam pertanyaan masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, kondisi sekolah, hingga program subsidi bunga nol persen bagi pelaku UMKM yang baru diluncurkan Pemkab Bangkalan. Ia juga menyinggung keterbatasan anggaran daerah saat menjawab pertanyaan pembangunan jalan.
"Belum ada pesse (uang)," tuturnya singkat.
Mayoritas pertanyaan berasal dari wilayah Bangkalan utara dan tengah, sementara dari Bangkalan selatan relatif sedikit. Ada pula netizen yang menyinggung persoalan narkoba, namun pertanyaan itu tidak sempat ditanggapi.
Live TikTok yang dilakukan Bupati Bangkalan dinilai sebagai cara baru kepala daerah mendekatkan diri kepada masyarakat secara langsung tanpa sekat formal. Model komunikasi digital ini, dianggap efektif untuk mendengar keluhan warga secara cepat dan terbuka.
Kendati demikian, sejumlah catatan evaluasi muncul dari publik. Durasi live yang panjang hingga larut malam, serta kebiasaan merokok dan ngemil Bupati Bangkalan saat siaran dinilai perlu memperhatikan aspek etika ruang digital.
Pengamat komunikasi publik menekankan penggunaan media sosial oleh pejabat daerah sebaiknya tetap mengedepankan substansi, efektivitas waktu, dan keteladanan perilaku. (uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




