Edukasi Warga, Pemkot Kediri Gelar Workshop Fam Care Hipertensi

Edukasi Warga, Pemkot Kediri Gelar Workshop Fam Care Hipertensi Workshop Fam Care Hipertensi di Kota Kediri. Foto: Ist

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan edukasi bagi penderita hipertensi bertajuk Workshop Fam Care Hipertensi (Family Educator untuk Cegah Rawat Edukasi Penyakit Hipertensi), Senin (25/5/2026). 

Acara diadakan dalam rangka memberikan edukasi sekaligus penguatan mental psikologis kepada penderita dan keluarganya. Plt Kepala Dinkes Kota Kediri, Hamida, menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam pengendalian hipertensi.

"Mengingat krusialnya peran lingkungan terdekat, melalui kegiatan ini kita berikan edukasi kepada para penderita dan pendamping agar mereka bisa memberikan support dan penguatan mental kepada yang sakit sehingga penderita bisa terkendali hipertensinya," ujarnya.

Workshop diikuti 180 peserta yang terdiri atas penderita hipertensi, pendamping, serta pengelola program dari sembilan puskesmas di Kota Kediri. Dinas Kesehatan menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Roni Subagyo, Spesialis Kedokteran Jiwa RS Bhayangkara, dan dr. Siti Rahmah dari UPT Puskesmas Campurejo.

Menurut Hamida, tantangan utama pengendalian hipertensi adalah rendahnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini serta kepatuhan minum obat.

"Sebagian besar masyarakat baru mau melakukan pemeriksaan jika merasakan badannya sudah terasa sakit. Padahal, paradigma itu harus diubah," tuturnya.

Sebagai penguatan layanan kesehatan, Pemkot Kediri kini mengintegrasikan skrining kesehatan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dapat diakses masyarakat minimal sekali setahun di seluruh puskesmas. Program ini mencakup pemeriksaan tekanan darah hingga skrining kesehatan sesuai usia.

"Manfaatkan layanan CKG ini sebagai langkah deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala," kata Hamida.

Melalui workshop ini, ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, mampu mengubah pola hidup, dan mengendalikan hipertensi agar tidak menimbulkan komplikasi.

"Dengan pemahaman yang sudah didapat hari ini, kami berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap kesehatannya, merubah pola hidupnya sehingga hipertensi bisa terkendali," pungkasnya. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO