Viral Isu ‘Pocong Begal’ di Malang Raya, Polres Batu Pastikan Belum Ada Laporan Resmi

Ringkasan Berita
  • Viral di media sosial isu "pocong begal" di Malang Raya yang dikaitkan dengan modus begal jalanan, berdasarkan potongan video dan tangkapan layar WhatsApp yang beredar.
  • Polres Batu menyatakan belum menemukan fakta di lapangan atau laporan resmi terkait keberadaan "pocong begal" tersebut, sehingga memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
  • Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, serta tidak main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai tanpa dasar.
  • Penyebaran informasi atau konten mistis yang dikaitkan dengan tindak kejahatan tanpa bukti autentik berpotensi memicu kepanikan dan mengganggu ketertiban masyarakat.
  • Polres Batu meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik wilayah Kota Batu dan mengajak masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan melalui nomor 110 agar tidak ikut menyebarkan hoaks.

KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Isu kemunculan sosok diduga “pocong abal-abal” yang dikaitkan dengan aksi kriminalitas jalanan di Malang Raya viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Narasi tersebut menyebar melalui potongan video dan tangkapan layar status WhatsApp yang kemudian ramai diperbincangkan warga. Informasi itu bahkan dikaitkan dengan dugaan modus begal di jalanan.

Menanggapi keresahan masyarakat, Polres Batu langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, polisi memastikan belum menemukan fakta di lapangan maupun laporan resmi terkait keberadaan “pocong begal” sebagaimana yang beredar di media sosial.

Ps. Kasihumas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial,” tegas Iptu M. Huda Rohman, Senin (25/5/2026).

Menurut Huda, penyebaran video maupun foto bernarasi mistis yang dikaitkan dengan tindak kejahatan tanpa bukti autentik berpotensi memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Dia menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi justru dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban warga.

Polres Batu juga mengimbau masyarakat tidak bertindak gegabah ataupun main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai tanpa dasar yang jelas.

“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan keresahan atau tindakan yang melanggar hukum," ungkapnya.

"Apabila masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan kepolisian di nomor 110 agar bisa segera ditindaklanjuti petugas,” tambahnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Batu memastikan patroli rutin tetap ditingkatkan di sejumlah titik wilayah Kota Batu.

“Kami memastikan situasi kamtibmas di wilayah Kota Batu sampai saat ini tetap aman dan kondusif. Kami harap masyarakat tidak ikut menyebarkan ulang konten tersebut agar kita bersama-sama bisa menekan peredaran hoaks,” pungkasnya. (adi/van)