Ringkasan Berita
- Direktur Utama Bulog mengumumkan rencana pembangunan 100 gudang baru untuk menghindari keharusan menyewa gudang swasta di masa depan, sebagai langkah antisipasi penyerapan hasil panen petani yang berkelanjutan.
- Bulog menyiapkan kapasitas gudang hingga 7 juta ton guna mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani secara nasional pada tahun 2026.
- Pada 2025, Bulog berhasil menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras (melampaui target 3 juta ton), dan saat ini stok di gudang mendekati 4 juta ton sehingga masih perlu menyewa gudang swasta.
- Perusahaan menargetkan penyerapan 4 juta ton setara beras sepanjang 2026 dengan harga pembelian pemerintah Rp6.500 per kg, dengan realisasi hingga kini mencapai 74% atau sekitar 2,96 juta ton.
- Lonjakan stok beras dinilai sebagai indikasi peningkatan produksi dan kepercayaan petani terhadap penyerapan oleh pemerintah, dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat 5,3 juta ton hingga akhir Mei 2026.
BANGSAONLINE.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan 100 gudang baru agar tidak perlu menyewa gudang swasta di masa depan.
"Supaya tidak perlu sewa gudang ke depan," ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Selain itu, kata Rizan, Bulog menyiapkan kapasitas gudang hingga 7 juta ton dalam rangka mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani secara nasional pada tahun ini.
Ditegaskan pula olehnya bahwa langkah tersebut sebagai antisipasi karena produksi gabah petani terus berlangsung, dan hasil panen harus diserap pemerintah.
"Kalau kita antisipasi aja. Jadi kita antisipasi kalau yang namanya petani panen ini kan nggak bisa kita hentikan. Yang namanya petani sudah tanam kan mau nggak mau pasti harus kita serap," paparnya.
Pada 2025, Bulog berhasil menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras, melampaui target 3 juta ton. Saat ini, seluruh gudang Bulog hampir penuh dengan stok mendekati 4 juta ton, sehingga perusahaan BUMN pangan itu menyewa gudang swasta untuk menampung gabah setara beras.,
Perum Bulog saat ini mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 5,3 juta ton hingga akhir Mei 2026. Sepanjang tahun, Bulog menargetkan penyerapan 4 juta ton setara beras dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500,00. per kg.
Hingga sekarang, realisasi penyerapan telah mencapai 74 persen atau sekitar 2,96 juta ton. Rizal menilai, lonjakan stok beras menjadi indikasi meningkatnya produksi sekaligus kepercayaan petani terhadap penyerapan pemerintah. (rom)










