Kolaborasi PT UTSG dan BUMDes Karanglo Sukses Panen 4 Ton Bawang Merah Senilai Rp120 Juta

Ringkasan Berita
  • Kolaborasi strategis antara PT UTSG dan BUMDes Karya Makmur Sentosa Desa Karanglo berhasil menghasilkan panen raya bawang merah berkualitas tinggi seberat 4 ton dengan total nilai penjualan mencapai Rp120 juta. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian desa secara modern dapat mendatangkan dampak ekonomi yang signifikan dan langsung dirasakan masyarakat.
  • Seluruh hasil panen langsung diserap pasar dengan harga Rp30.000 per kilogram, menandakan kualitas produk yang memenuhi standar dan mendapat respons positif dari pengepul. Panen ini menjadi tonggak penting bagi unit usaha produktif desa yang sedang digenjot BUMDes.
  • Keberhasilan ini merupakan hasil dari pendampingan intensif PT UTSG dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan kapasitas petani hingga pengembangan komoditas bernilai tinggi. PT UTSG menyatakan program ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menciptakan kemandirian ekonomi melalui pendekatan kemitraan multipihak yang berkelanjutan.
  • Panen yang optimal ini melalui proses panjang meliputi perencanaan, pemilihan bibit unggul, perawatan intensif, hingga pengendalian hama. Kualitas bawang merah yang dihasilkan memiliki ukuran seragam dan kematangan optimal, sehingga langsung dibeli melalui sistem tebasan.
  • Ke depan, PT UTSG berkomitmen untuk mereplikasi dan memperluas skala program pemberdayaan serupa agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak petani. Program ini bertujuan membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya memberikan bantuan stimulan, tetapi juga menguatkan kapasitas kelembagaan desa.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kemitraan strategis antara BUMDes Karya Makmur Sentosa Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban dengan PT UTSG membuahkan hasil manis. Kolaborasi ini sukses menghasilkan panen raya bawang merah berkualitas tinggi seberat 4 ton dengan total nilai penjualan mencapai Rp120 juta pada Rabu (3/6/2026).

Direktur BUMDes Karya Makmur Sentosa, Nurhadi, mengungkapkan bahwa seluruh hasil panen langsung diserap pasar dengan harga Rp30.000 per kilogram. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa jika potensi pertanian desa dikelola secara modern dan serius, dampak ekonominya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

"Alhamdulillah panen yang berlangsung di lahan pertanian Desa Karanglo tersebut memperlihatkan kualitas hasil yang sangat baik. Umbi bawang merah yang dihasilkan memiliki ukuran relatif seragam, tingkat kematangan yang optimal, serta kualitas yang memenuhi standar pasar. Kondisi tersebut membuat hasil panen mendapat respons positif dari para pengepul dan pedagang yang langsung melakukan pembelian melalui sistem tebasan," beber Nurhadi penuh syukur.

Nurhadi menegaskan, pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari peran aktif PT UTSG yang konsisten mengawal program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Perusahaan tersebut memberikan pendampingan budidaya dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan kapasitas petani hingga pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

"Capaian panen kali ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani, pengurus BUMDes, pemerintah desa, hingga dukungan dari PT UTS," paparnya.

Ia menambahkan bahwa omzet Rp120 juta ini merupakan tonggak penting bagi unit usaha produktif desa yang sedang digenjot oleh BUMDes. Kualitas premium yang dihasilkan pun melewati proses yang cukup panjang.

"Keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Melainkan melalui proses panjang yang melibatkan perencanaan, pengelolaan lahan, pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman yang intensif, hingga pengendalian hama dan penyakit secara berkelanjutan," tambah Nurhadi.

Sementara itu, SHE & CSR Department Head PT UTSG, Zakiyatul Fahmi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Lewat program CSR yang tepat sasaran, PT UTSG ingin menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Kami di PT UTSG sangat bangga melihat hasil nyata dari kolaborasi bersama BUMDes Karya Makmur Sentosa dan para petani Desa Karanglo. Sejak awal, fokus kami bukan hanya memberikan bantuan stimulan, melainkan membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan melalui pendampingan intensif dan penguatan kapasitas kelembagaan desa," ujar pria yang akrab disapa Zaki tersebut.

Zaki menilai kesuksesan panen kali ini menjadi bukti valid bahwa inklusi ekonomi berbasis kemitraan multipihak berjalan dengan sangat efektif. Ke depan, PT UTSG berkomitmen untuk mereplikasi dan memperluas skala program serupa agar kebermanfaatannya bisa menjangkau lebih banyak petani.

"Semoga program-program CSR UTSG dapat bermanfaat untuk masyarakat," pungkas Zaki. (wan/rev)