Manajemen PT UTSG foto bersama Pengurus BUMDes Karya Makmur Santosa dan para petani saat panen bawang merah.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kemitraan strategis antara BUMDes Karya Makmur Sentosa Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban dengan PT UTSG membuahkan hasil manis. Kolaborasi ini sukses menghasilkan panen raya bawang merah berkualitas tinggi seberat 4 ton dengan total nilai penjualan mencapai Rp120 juta pada Rabu (3/6/2026).
Direktur BUMDes Karya Makmur Sentosa, Nurhadi, mengungkapkan bahwa seluruh hasil panen langsung diserap pasar dengan harga Rp30.000 per kilogram. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa jika potensi pertanian desa dikelola secara modern dan serius, dampak ekonominya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Berkurang 63 Persen, Petani di Tuban Protes Kuota Pupuk Subsidi
"Alhamdulillah panen yang berlangsung di lahan pertanian Desa Karanglo tersebut memperlihatkan kualitas hasil yang sangat baik. Umbi bawang merah yang dihasilkan memiliki ukuran relatif seragam, tingkat kematangan yang optimal, serta kualitas yang memenuhi standar pasar. Kondisi tersebut membuat hasil panen mendapat respons positif dari para pengepul dan pedagang yang langsung melakukan pembelian melalui sistem tebasan," beber Nurhadi penuh syukur.
Nurhadi menegaskan, pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari peran aktif PT UTSG yang konsisten mengawal program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Perusahaan tersebut memberikan pendampingan budidaya dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan kapasitas petani hingga pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
"Capaian panen kali ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani, pengurus BUMDes, pemerintah desa, hingga dukungan dari PT UTS," paparnya.
Ia menambahkan bahwa omzet Rp120 juta ini merupakan tonggak penting bagi unit usaha produktif desa yang sedang digenjot oleh BUMDes. Kualitas premium yang dihasilkan pun melewati proses yang cukup panjang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




