Sugiantoro, Ketua DPRD Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi 20 persen sejak 22 Oktober 2025 mengundang perhatian berbagai pihak, salah satunya Ketua DPRD Tuban, Sugiantoro.
Sugiantoro meminta penurunan harga tersebut dibarengi dengan pengawasan ketat, agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
BACA JUGA:
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Kolaborasi PT UTSG dan BUMDes Karanglo Sukses Panen 4 Ton Bawang Merah Senilai Rp120 Juta
- Jadi Pemateri di Unirow, Gaguk Sudarmo Ajak Pelajar Tuban Melek Demokrasi Sejak Bangku Sekolah
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
"Jangan sampai diselewengkan," tegasnya kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Ia mengapresiasi kebijakan penurunan harga pupuk, karena bisa membuat petani bernapas lega dan lebih bersemangat menghadapi musim tanam mendatang.
Selain itu, kebijakan positif ini dinilai Sugiantoro bisa menjadi momentum memperkuat sektor pertanian Kabupaten Tuban yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Politikus Golkar ini optimis kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi akan berdampak positif. Terutama, terhadap biaya produksi sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Tuban.
"Yang pasti kami berharap agar distributor atau PUD dan kios atau PPTS benar-benar menjual pupuk subsidi sesuai HET," pintanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




