Sugiantoro, Ketua DPRD Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi 20 persen sejak 22 Oktober 2025 mengundang perhatian berbagai pihak, salah satunya Ketua DPRD Tuban, Sugiantoro.
Sugiantoro meminta penurunan harga tersebut dibarengi dengan pengawasan ketat, agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
BACA JUGA:
- Pertamina Pecat 2 Sopir Tangki di Tuban atas Dugaan Pencurian, Ketua Komisi II Bantah Tuduhan
- Proyek SR Sebabkan Rumah Warga Retak, Komisi I DPRD Tuban Panggil Waskita Karya
- Anggota DPRD Tuban Tri Astuti Safari Ramadan Bersama Yatim dan Kader Partai
- Berkurang 63 Persen, Petani di Tuban Protes Kuota Pupuk Subsidi
"Jangan sampai diselewengkan," tegasnya kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Ia mengapresiasi kebijakan penurunan harga pupuk, karena bisa membuat petani bernapas lega dan lebih bersemangat menghadapi musim tanam mendatang.
Selain itu, kebijakan positif ini dinilai Sugiantoro bisa menjadi momentum memperkuat sektor pertanian Kabupaten Tuban yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Politikus Golkar ini optimis kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi akan berdampak positif. Terutama, terhadap biaya produksi sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan para petani di Kabupaten Tuban.
"Yang pasti kami berharap agar distributor atau PUD dan kios atau PPTS benar-benar menjual pupuk subsidi sesuai HET," pintanya.






