"Capaian panen kali ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani, pengurus BUMDes, pemerintah desa, hingga dukungan dari PT UTS," paparnya.
Ia menambahkan bahwa omzet Rp120 juta ini merupakan tonggak penting bagi unit usaha produktif desa yang sedang digenjot oleh BUMDes. Kualitas premium yang dihasilkan pun melewati proses yang cukup panjang.
"Keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Melainkan melalui proses panjang yang melibatkan perencanaan, pengelolaan lahan, pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman yang intensif, hingga pengendalian hama dan penyakit secara berkelanjutan," tambah Nurhadi.
Sementara itu, SHE & CSR Department Head PT UTSG, Zakiyatul Fahmi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. Lewat program CSR yang tepat sasaran, PT UTSG ingin menciptakan kemandirian ekonomi bagi warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.










