Foto: VALVE
BANGSAONLINE.com - Valve resmi mengumumkan kenaikan harga untuk lini Steam Deck OLED di berbagai wilayah dunia. Kenaikan ini memicu perbincangan di komunitas gaming karena mencapai ratusan dolar Amerika Serikat pada beberapa model.
Dilansir dari pengumuman resmi Valve, Steam Deck OLED 512GB kini dibanderol 789 dolar AS dari sebelumnya 549 dolar AS. Sementara model 1TB naik dari 649 dolar AS menjadi 949 dolar AS. Artinya, masing-masing model mengalami kenaikan sebesar 240 dolar dan 300 dolar.
Valve menegaskan tidak ada perubahan spesifikasi maupun peningkatan hardware pada perangkat. Kenaikan harga disebut akibat meningkatnya biaya memori, media penyimpanan, serta tantangan logistik global.
The Verge melaporkan, kenaikan ini terjadi setelah Steam Deck kembali tersedia secara luas menyusul kelangkaan stok beberapa bulan terakhir.
Sejumlah analis industri mengaitkan kondisi tersebut dengan meningkatnya permintaan komponen dari sektor kecerdasan buatan (AI). Windows Central dan Ubergizmo menyebut pembangunan pusat data AI meningkatkan kebutuhan chip memori dan storage berkecepatan tinggi, sehingga memengaruhi harga komponen elektronik konsumen termasuk perangkat gaming.
Kenaikan harga ini juga mengubah posisi Steam Deck di pasar handheld gaming. Model tertinggi kini mendekati atau melampaui harga kompetitor seperti ASUS ROG Ally dan Lenovo Legion Go.
Reaksi komunitas beragam, sebagian memahami alasan Valve, namun banyak yang menilai kenaikan lebih dari 40 persen terlalu tinggi untuk perangkat dengan spesifikasi sama.
Valve tetap menyediakan opsi certified refurbished atau produk rekondisi resmi dengan harga lebih rendah sebagai alternatif bagi konsumen.
Kondisi ini menunjukkan industri gaming turut terdampak dinamika pasar semikonduktor global. Dengan permintaan AI yang terus meningkat dan biaya komponen belum stabil, analis memperkirakan harga perangkat gaming modern masih berpotensi mengalami tekanan dalam beberapa tahun ke depan. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




